Artikel

Urgensi Berdzikir Kepada Allah Ta’ala

  • Ustadz Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, MA
  • November 1, 2017, Pukul 08:47
  • Masjid Darul Hijrah Bogor

Berdzikir atau menyebut Allah bukan hanya sebatas menggerakkan lesan. Jika dzikir kepada Allah hanya sebatas menggerakkan lesan, dikhawatirkan dzikir tersebut tidak optimal manfaatnya. Dalam islam, ketika disebut kata “dzikir” ia meliputi dzikir dengan lesan, hati dan anggota badan. Inilah dzikir yang benar.

Lalu apa saja manfaat dzikrullah dalam kehidupan?

Dzikrullah Merupakan Perintah Allah

Seorang mukmin yang benar keimanannya adalah seorang mukmin yang meyakini bahwasanya tidak ada perintah di dunia ini yang lebih besar daripada perintah Allah. Dzikir juga perintah yang sering dipertegas dengan ungkapan “katsiran” (sebanyak-banyaknya).

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. (Al Ahzab: 41)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (Al Anfal: 45)

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al Jumu’ah: 10)

Perintah untuk berdzikirlah dengan sebanyak-banyaknya, tidak kita jumpai dalam perintah-perintah Allah lainnya. Kenapa? Karena rata-rata perintah Allah Ta’ala berbatas waktu dan tempat. Seperti shalat, di mana dalam shalat dzikir nya dibatasi dan ditentukan oleh waktu dan ada syariat yang jelas. Tapi kalau dzikir sebanyak banyaknya tidak ada aturan seperti dalam shalat, ia tidak memerlukan adanya hitung hitungan, tidak perlu dalam keadaan apa, dan tidak perlu sedang apa… pokoknya dzikir dzikir dan dzikir. Sehingga dzikir ini adalah amalan bebas.

Dzikir Membuat Hidup Tentram

Orang yang meletakkan dzikir bagian dari hidupnya dan menjalankan dzikir secara bersungguh-sungguh, tidak akan mempunyai rasa khawatir dalam menjalani hidup. Dia tidak memiliki keraguan dalam menjalankan suatu kebenaran, tidak memiliki rasa dendam dan kedengkiaan, serta tidak berprasangka buruk terhadap orang lain. Hati mereka tenang, dan jiwa mereka tenteram.

الذِّيْنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir kepada Allah. Ingatlah hanya dengan dzikir pada Allah hati menjadi tenang.(Ar-Ra’d: 28)

Ketenangan bukanlah sebuah kata yang tiada makna dan hampa. Namun ketenangan memiliki dimensi yang sangat luas, yaitu mencakup kebahagian di dunia dan di akhirat. Allah Ta’ala ketika memanggil seorang hamba untuk kembali ke haribaan-Nya guna mendapatkan keridhaan-Nya, menggunakan istilah ini:

"Wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kamu pada Rabmu dalam kondisi ridha dan diridhai. Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu dalam surga-Ku." (Al-Fajr: 27-30)

Dicatat Sebagai Hamba Yang Selalu Ingat Allah

مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan dicatat sebagai orang yang selalu mengingat Allah Ta’ala.” (HR. Abu Dawud)

Suami istri yang saling membangunkan untuk shalat malam, meskipun mereka hanya sempat melaksanakan dua rakaat, mereka dicatat Allah sebagai hamba-hamba yang selalu mengingat Allah.

Selalu Bersama Allah

عن أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Allah berfirman: 'Aku berada pada sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam suatu kaum, maka Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik darinya, dan jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat pada-Ku satu hasta maka Aku mendekat padanya satu depa, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari." (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)

Diselamatkan Dari Perbuatan Yang Tidak Bermanfaat

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (Al Ahzab: 41-42)

Dzikir Kepada Allah Merupakan Syarat Kemenangan Kaum Muslimin

Sejarah kehidupan manusia sejak dahulu kala dipenuhi dengan perseteruan antara kebenaran dan kebatilan, halal dan haram, mukmin dan kafir. Dengan adanya pertarungan tersebut, tentu ada yang menang dan kalah. Maka kapan kaum muslimin dimenangkan oleh Allah?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ{45} وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ{46} وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَارِهِم بَطَراً وَرِئَاء النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَاللّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ{47}

“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” (Al Anfal: 45-47)

Dijauhkan Dari Bisikan Dan Gangguan Syetan

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

“Dari kejahatan bisikan-bisikan yang tersembunyi”. (An Naas: 4)

Yaitu yang jika disebut Allah Subhanahu wa Ta’ala ia sembunyi, tapi kalau lalai ia merasa lega. Dan tidak ada yang mengusir setan dari hati kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

“Dan katakanlah : “Ya, Rabb-ku. Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Rabb-ku, dari kedatangan mereka kepadaku”. (Al Mu’minun: 97-98)

عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا…وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

Dari Al Harits Al Asy’ari, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria Alaihissallam dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya)… Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat, menyebut Allah). Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan dzikrullah“. (HR Ahmad)

Berdzikir Kepada Allah Dalam Rangka Membentuk Kepemimpinan

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ{36} رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاء الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْماً تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ{37}

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (An Nur: 36-37)

Demikian sebagian urgensi dan manfaat berdzikir kepada Allah dari alquran dan as sunnah yang telah kita sampaikan. Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang selalu berdzikir kepada-Nya sehingga diberikan ketenangan, ketentraman di dunia dan akhirat.

Wallahu Ta’ala A’lam

Artikel Terbaru

Tadarus Bulan Romadhon

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ السَّلاَم...

Lelang Infaq Masjid ash Shaff (Pemasangan Canopy)

Dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan jamaah Masjid Ash Shaff, DKM akan memasang ...

Kajian Rutin Bedah Buku 37 Masalah Populer karya Ust. Abdul Somad

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Ikuti Kajian berseri Bedah Buku 37 Masalah Populer k...

Kajian Fiqh Zakat

Kajian Fiqh Zakat Ahad 18 mar 2018 Masjid Al madinah Mutiara bogor raya katulampa bogor timur Ol...

Pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan

Assalamu'alaikum WrWb. Kami dari Panitia Sholat Gerhana mengundang kepada kaum muslimin dan mus...