Artikel

Mengelola Masjid Berbasis Database

  • Admin
  • September 14, 2017, Pukul 12:56
  • Masjid Ikhwanul Mukminin

DATABASE jamaah merupakan sesuatu yang sangat penting dalam mengelola sebuah masjid. “Saya ingin memberikan sumbangan kepada keluarga kurang mampu disekitar masjid ini. Apa anda punya datanya.” Kalimat itu biasanya dilontarkan kepada pengurus masjid ketika ada seorang darmawan yang ingin bersedekah. Atau pun dari sebuah perusahaan yang akan memberikan CSR-nya.

Mendapat pertanyaan itu tentu saja membuat pengurus masjid kelabakan. Kalaupun datanya ada, biasanya sudah tidak valid lagi. Sudah banyak perubahan. Telah terjadi perpindahan penduduk atau pertambahan penduduk yang begitu cepat. Disisi lain pemberi bantuan juga ragu terhadap data yang disodorkan pengurus masjid karena tidak dilengkapi bukti yang kuat.

Persoalan seperti ini sudah menjadi sesuatu yang klasik. Namun seakan tidak terpecahkan. Era teknologi informasi sekarang ini, mengelola database menjadi sesuatu yang begitu mudah. Banyak aplikasi yang tersedia. Tinggal bagaimana pengurus masjid bisa memanfaatkan aplikasi teknologi informasi itu.

Lembaga Masjid Ikhwanul Mukminin, Sungai Raya Dalam, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, berusaha mengelola jamaahnya berbasis database. Program yang diberinama Sepenuhnya untuk Jamaah ini diawali dengan melakukan pendataan. Jamaah diberikan isian formulir yang berisikan mulai data pribadi dari kepala keluarga, istri hingga anak. Setiap kepala keluarga akan memiliki identitas diri (ID).

Dalam formulir selain berisikan data pribadi juga terdapat golongan darah, penghasilan, jenis kelamin, aktivitas yang dilakukan di masjid seperti keaktipan dalam shalat lima waktu berjamaah, mengikuti pengajian, zakat, kurban, gotong royong masjid dan kegiatan lainnya.

Aplikasi database dibuat berbasis web. Ini memudahkan saat melakukan upload. Petugas administrasi bisa mengupload darimana saja asalkan ada jaringan internet. Bisa menggunakan computer, tabulet ataupun handphone. Setelah semua formulir terekam dalam database tinggal pengelompokan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Database berbasis web ini juga terintegrasi system SMS . Sehingga memudahkan pengelola untuk berkirim SMS ke nomor jamaah yang sudah teregestrasi dalam database. Jamaah juga bisa merespon dengan membalas SMS itu.

Tentu banyak yang bertanya apa fungsi database ini? Misalkan ada satu jamaah yang mengalami sakit dan butuh darah golongan O. Administrasi database dengan mudah membuka aplikasi mencari dengan mesin search jamaah yang bergolong darah O. Semua jamaah yang bergolong darah O akan muncul. Kemudian admin bisa mengajak jamaah yang bergolong darah O untuk melakukan donor darah. Ajakan dikirim melalui SMS. Pengiriman SMS bisa dilakukan untuk 300 nomor secara bersamaan. Database masjid ini sekaligus memiliki bank darah berjalan.

Contoh lain lagi. Misalkan pengurus masjid ingin menyalurkan bantuan kepada jamaah yang kurang mampu. Cukup membuka mesin search jamaah yang penghasilan dibawah Rp1.500.000. Mereka yang penghasilan dibawah ini kita katagorikan orang yang kurang mampu. Maka akan muncul kepala keluarga yang penghasilannya dibawahRp1.500.000.

Banyak lagi manfaat yang bisa dimiliki dengan database ini. Bukan saja mudah dan cepat, namun juga terdokumentasi dengan lengkap. Mulailah saat ini melakukan pendataan jamaah dengan menggunakan database. Bagi pengurus masjid yang ingin belajar system ini, bisa berkunjung ke Masjid Ikhwanul Mukminin, Sungai Raya Dalam, Pontianak.**

Artikel Terbaru

UNDANGAN MABIT

UNDANGAN MABIT QIYAMULLAIL Kepada Yth, Seluruh Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengur...

Inspirasi Masjid Agung Ummayyah

MIHRAB dibuat setengah lingkaran. Dindingnya dari bahan Glassfibre Reinforced Concrete(GRC) dengan r...

MASJID IKHWANUL MUKMININ; Icon Peradaban Islam di Serdam

BANGUNAN Masjid Ikhwanul Mukminin berdiri megah di pinggir Sungai Raya. Dengan kubah warna hijau tua...

MARHABAN YAA RAMADHAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji dan syukur senantiasa kita pan...